[2011] Chapter 1 : Pilot

January 21, 2011

[23 Desember 2010]
Pukul sepuluh malam.
Di antara beberapa orang baru yang aku kenal malam ini, tepat duduk di depanku, diam, tenang, dan sederhana.
Dia masih berbalut pakaian kerja. Atasan polos coklat tua yang sama sekali tak istimewa.
Dia tak banyak bicara. Dia asing di tempat ini, begitu juga aku.
Dia mencuri mataku. Senyumnya menarikku untuk mengajaknya bicara. Aku ingin tahu banyak tentangnya, tetapi di tengah orang-orang baru ini tidak mungkin untuk bertanya mendalam padanya.
Kami berbicara, lebur bersama yang lainnya, bukan berdua saja seperti apa yang ku mau.
Dia mencuri mataku. Aku mencuri Pin BBM nya.

Pukul dua belas malam
“Thanks Dik”, dia meng-accept BBM ku dan berterimakasih. Kini kami bebas bicara berdua. Aku bisa menanyakan semua tentangnya. Walau via BBM saja.

[ 25 Desember 2010]
Aku tak bisa menahan untuk menyapa dan bicara padanya di hari libur. Kami sama-sama mudik. Dia ke Bogor, Aku ke Tangerang. Kami terus berkomunikasi. Dia pulang ke Bogor untuk merayakan pesta kecil-kecilan ulang tahun kakaknya. Aku bertanya tentang keluarganya, Dia bercerita. Aku bertanya tentang statusnya, Dia single, Aku lega. Aku meminta dia bercerita. Dia menceritakan mantannya yang telah menikah. Mantan yang masih melekat di hatinya.

[26 Desember 2010]
Kami berjanji untuk bertemu pada sore hari ketika kembali ke Jakarta. Aku menawarkan untuk menjemputnya di satu tempat, dia tak menolak. Dia terlambat, Aku menunggu.
Dia datang. Memakai sweater gelap berlengan panjang. Dia aku bawa ke kosan.
Kami bercerita, makan, dan nonton televisi. Tetapi kami tidak berdua saja. Satu temanku –yang dia juga sudah kenal sebelumnya -, aku panggil untuk melebur bersama.
Aku mengantar dia pulang ke kosannya.

[30 Desember 2010]
Pukul 7 Malam, Aku menjemput dia. Dia muncul dengan atasan merah berjaket coklat gelap. Dengan motorku kami menikmati dinginnya malam Jakarta. Makan di Sarinah, Ngopi di Pasar Festival.

[31 Desember 2010]
Dini hari, kami masih berdua saja. Aku tidak bisa menahan rasa luar biasa pada Dia, Aku mengatakannya. Aku menyayanginya dan ingin Dia menjadi milikku. Dia hanya tersenyum. Dia bilang ini terlalu singkat, Aku bilang Aku menyayanginya dengan sangat. Dia bertanya apa yang membuat Aku menyayanginya? Kepalaku langsung pusing, jantungku berdetak hebat, entah bagaimana Aku menjelaskannya. Yang Aku tahu hanyalah dia yang begitu sederhana yang membuat Aku ingin terus bersamanya.
Aku tidak meminta jawaban, Aku hanya ingin dia tahu.
Dia tidak bisa memberi jawaban. Aku bilang Aku bisa menunggu.
Dia mulai bercerita lagi tentang mantannya. Dia memutar lagu-lagu kenangan dengan mantannya. Takkan terganti, Cinta jangan kau pergi, mantan terindah.
Dia bilang hanya ingin berteman, Aku bilang ingin lebih dari teman.
Aku bilang akan berhenti mengejarnya sampai dia menyayangiku atau sampai dia bilang “Enggak, lo ga akan pernah jadi pacar gw”

[16 Januari 2011]
Via BBM
Dia : “Lo gw anggap temen, jadi ga bakal jadi pacar gw. ”
Gw : “Ga bakalan? I’m trying……. ”
Dia : ”Jangan berusaha ya.”
Gw : “Kenapa?”

[21 Januari 2011]
Sampai hari ini, BBM itu tidak juga dibalas, bahkan sapa-sapaan di waktu malam layaknya teman pun juga tidak dibalas. Hanya “Jangan berusaha ya” yang menjadi kalimat terakhir darinya.
Hari-hari, malam-malam yang Aku lewati begitu galau, Aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk berhenti memikirkannya. Berhenti menyayanginya.
Waktu itu Aku bilang akan berhenti mengejarnya sampai dia menyayangiku atau sampai dia bilang “Enggak, lo ga akan pernah jadi pacar gw”. Dia telah mengatakannya. Dan Aku memang berhenti mengejarnya. M-E-N-G-E-J-A-R-N-Y-A.
Tapi untuk berhenti Menyayanginya?? Aku,,,,Aku,,,,entahlah.

boy

*21 Januari 2011
(dalam keadaan wajah berjerawat parah) Terimakasih untuk bbman dan saat-saat kita berduaan saja ya “N”
Adiktw

  • 4 Responses to “[2011] Chapter 1 : Pilot”

    1. Sigit Adhi Says:

      next time kita karaoke lagu2 “Takkan terganti, Cinta jangan kau pergi, mantan terindah” ini yaa :)

      nice story to tell.. detail banget, pantes sampe segitu lamanya bth waktu bwt nulis.

      ditunggu chapter2 berikutnya :)

    2. Gugun Says:

      Jangan salah, lo kan blom terima jawaban pesan lo yang terakhir. Lo tau jawabannya apa? gw bocorin deh.
      Kebanyakan omongan cewek tuh bertolak belakang sama keinginannya. Yang dia pengen tau, seberapa besar usaha lo setelah tau hasil yang bakal lo dapetin. Dia cuma ngomong menganggap temen kan?, artinya aslinya dia ngakuin lo lebih dari temen. dan dia bilang jangan berusaha, artinya sebulan kemaren lo blom bisa nunjukkin sesuatu yang berarti buat dia. usaha lebih keras lagi bro.
      Oia, gw komen buat ngebesarin hati lo,jangan menyerah. lo kan jarang punya perasaan kayak gini,klo sekarang ada kesempatan,jangan lepasin.
      ehhmm…makan2nnya ya,wakakakak :-D

    3. adiktedtoyou Says:

      @sigit : Hmm bukan komentarin ttg hati yg terluka ya, malah ttg blog, huehue. Hayuk cuzzz kita karokeannnn. Mengenangnya utk yg terakhir. :D

      @gugun anak bogor : Ah lo mah kang PHP, Pemberi Harapan Palsu. Dia ga mau kale ma gw. Dan tumben komentar lo manis bgt ke gw, pasti gara2 mu kawen!

    4. Nopz Says:

      Its so heart breaking dear….
      Sorry ya sebagai orang yang bangga menyebut diri sendiri sebagai temen mu, lagi-lagi gw org yang terakhir tahu dan tak peka akan derita yg temen gw rasa…

      “jangan berusaha”.. My god. Gw gak tahu apa yang akan gw lakuin klo ada org yg gw suka bilang gitu ke gw. Tapi kamu tetep tegar, good job dear…

      Chapter 1 dan habis dan selesai, saatnya move on ke chapter2 selanjutnya kan? dan semoga gw bukan lagi orang yang terakhir tahu(lagi),, :)


    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.